Senin, 12 Mei 2014

Empat Band Hebat yang Mesti Kalian Tahu


    Perlu untuk teman-teman ketahui, bahwa banyak sekali manusia-manusia multi-talented di dunia yang begitu hebat dalam bermusik *eaa*, namun terkendala oleh masalah finansial untuk membuat nama mereka beken dan dikenal banyak orang. Apalagi banyak yang bilang kalo 'music rock itu sudah mati, musik rock sekarang nggak ada yang bagus, musik rock sekarang nggak berkualitas', sebenarnya banyak band dan musisi-musisi rock yang keren beken dalam menciptakan lagu, namun mereka tidak mempunyai cukup kekuatan untuk melawan arus-arus musik-musik mainstream yang disokong oleh label besar dan uang banyak.

 
  Maka sebagai fans sejati kita harus menyebarkan bahwa rock will never die uyeahh! So let's cekidot! 4 Band rock 'kurang terkenal' yang mesti kalian tahu :D
 
1. Ventura Lights

   Bicara soal band ini kita harus tahu dulu soal Cobus Potgieter, siapa yang tidak tahu drummer sensasional yang digadang-gadang sebagai The Rev kedua ini? Cobus adalah drummer pertama yang menggapai popularitas lewat Youtube dan menginspirasi banyak musisi untuk melakukan hal yang sama. Well, band ini merupakan ide cemerlang dari Bang Cobus, dia membuat sebuah proyek yang disebut YTBP (Youtube Band Project), dimana ia mengumpulkan musisi lewat audisi online di Youtube untuk bersama-sama membuat band. Setelah beberapa bulan, akhirnya Justin Hicks (vocal), BJ Briant (rhythm dan backing), Evan Collins (bass), dan Bear Rose (melody) terpilih sebagai punggawa untuk melengkapi gebukan drum Cobus. Ventura Lights yang banyak orang bilang mempunyai influence yang besar terhadap Breaking Benjamin dan 30 Second to Mars ini telah mengeluarkan satu album Way Up Here dengan tiga single hits seperti Superheroes, Set it off, dan Kings are coming.
 

2. EarlyRise

   Yang satu ini juga favorit admin nih. Yap, EarlyRise adalah band rock asal Israel yang diciptakan oleh cewek vokalis Orly Lari, dan Raz Klinghoffer, gitaris sekaligus produser bagi band, yang akhirnya dilengkapi dengan kehadiran Dima Grossman di bass, Itamar Goldwasser sebagai penggebuk drum, serta Ido Klotz dan Yuval Keider di bagian gitar. Genre EarlyRise sendiri bisa dikatakan unik, band indie ini memadukan campuran antara Evanescence dan Linkin Park, dimana mereka memasukkan unsur elektronik ke dalam lagu heavy rock, yang dinyanyikan oleh seorang cewek dengan lirik yang puitis *rempong*. Telah mengeluarkan album What If tahun lalu dan mulai dikenal khalayak umum lewat Youtube. Hits mereka yang admin suka dan demen banget antara lain Face Me, Black and White, dan Become Mad.
 
 

3. BlueStahli

   Band ini lebih gila lagi, karena band ini berkonsep single man band, alias hanya beranggotakan satu orang personil. Adalah Bret Autrey yang memegang nahkoda BlueStahli, seorang multi instrumentalis asal Detroit yang karya-karyanya selalu terselip sebagai soundtrack di film-film besar seperti Amazing Spiderman 2, X Men Days of Future Past, Iron Man 3, dan Star Trek Into The Darkness. Meskipun hanya satu orang member, jangan memandang remeh karya cipta band yang satu ini, konsep elektronik rock yang ia sematkan di lagu-lagu ciptaannya seperti UltraNUMB, Corner, dan Down in Flames, hanya satu kata untuk mendefinisikannya. Gilaaa!
 

4. Bad Salad

   Jika teman-teman adalah seorang penggemar berat Dream Theater, Bad Salad adalah band yang mesti anda dengar. Genre progressive yang diusung begitu terasa, hanya saja band yang satu ini lebih heavy dan lebih berdistorsi, beda dengan Dream Theater yang condong ke arah musik yang melodic dan harmonis. Teman-teman mungkin sudah tahu dua bersaudara Thiago (gitaris) dan Felipe (Basis) Campos yang terkenal di Youtube lewat inovasi mereka dalam melakukan cover lagu dengan musisi-musisi Youtbe lintas dunia dibawah nama VRA!, dibawah nama tersebut mereka mengcover lagu-lagu Dream Theater seperti Metropolis pt. 1, Constant Motion, The Enemy Inside, As I Am, dsb. Dua bersaudara inilah yang menjadi dalang di balik terciptanya Bad Salad, dilengkapi dengan gebukan drummer Caco Goncalves, suara serak-serak rocker Denis Oliveira, dan pianis asal Korea Selatan Junghwan Kim (yang bersifat guest musician), mereka memberi warna baru bagi dunia musik progressif lewat hits-hits seperti Deep Roots dan Crowded Sky.